Renungan Harian Hidup Seperti Mimpi


Renungan Harian Hidup Seperti Mimpi – Hidup itu seperti mimpi. Shalom Saudaraku yang terkasih, Tuhan Yesus Kristus, refleksi motivasi kami saat ini adalah; hidup ini seperti mimpi.

Renungan Harian Hidup Seperti Mimpi

 Baca Juga : Renungan Harian Kristen – Mewarnai Kehidupan Dengan Kasih

dbiblio – Saudaraku, benarkah hidup itu seperti mimpi? Jika kita ingin menjawab pertanyaan ini dengan jujur, maka kita akan menjawab “ya”. Karena satu tahun kehidupan sekarang terasa begitu cepat, maka sekarang kita kembali ke tahun yang baru.

Aktivitas hidup yang begitu tinggi setiap harinya, terkadang membuat kita tidak lagi sadar akan arus waktu yang begitu cepat berlalu. Tanpa disadari, satu tahun telah berlalu, dan kita telah memasuki tahun yang baru.

Tentu saja, di tahun yang telah kita lalui, banyak hal telah terjadi dalam hidup kita, baik itu kebahagiaan atau kesedihan, kesulitan atau kebahagiaan, tetapi semuanya dapat kita jalani sampai sekarang dan kita dapat memasuki tahun yang baru.

Selaku orang yakin, kita wajib mengetahui sangat kalau jika kita dapat merambah tahun yang terkini dikala ini, itu maksudnya sedemikian itu sempurnanya Tuhan menjaga kita dengan kasih setianya yang tidak sempat berakhir. Sekalipun bisa jadi saja dalam menempuh hidup di tahun tadinya terdapat sedemikian itu banyak perkara, tantangan serta permasalahan yang wajib kita hadapi.

Merambah tahun yang terkini, umumnya terdapat sedemikian itu banyak orang yang membuat pernyataan apa yang mau digapai di tahun yang terkini ini. Pertanyaannya saat ini merupakan, apakah selaku orang yakin kita pula butuh membuat pernyataan semacam banyak orang bumi pada biasanya?.

Sepatutnya selaku orang yakin, kita tidak butuh mempunyai pernyataan apapun. Bisa jadi kerabat hendak kaget jika aku tuturkan kita tidak butuh mempunyai pernyataan apapun. Karena kita wajib mengetahui kalau hidup kita ini merupakan kepunyaan Tuhan, sebab kita telah dibeli serta biayanya telah beres dibayar. Oleh karena itu kita wajib hidup cocok dengan pernyataan si owner hidup kita ialah Tuhan.

I Korintus 6 6: 20 Karena kalian sudah dibeli serta biayanya sudah beres dibayar: Sebab itu muliakanlah Allah dengan badanmu!

Kita wajib siuman dikala ini kalau, pernyataan hidup kita itu cuma satu ialah, hidup melaksanakan kemauan Tuhan. Karena hidup kita ini kepunyaan Tuhan, jadi kita wajib angkat tangan seluruhnya dalam independensi Tuhan.

Jika di atas aku tuturkan hidup ini semacam mimpi, itu sebab era hidup kita di bumi ini sedemikian itu pendek. Karena semacam yang sabda Tuhan tuturkan, kita cuma hidup 7 puluh tahun, bila kita kokoh 8 puluh tahun, namun kebanggaannya merupakan kepayahan serta beban.

Mazmur 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami bertahan,8 puluh tahun, serta kebanggaannya merupakan kepayahan serta beban; karena berlalunya segera, serta kita sirna melayang.

Jika sabda Tuhan tuturkan berlalunya segera, serta kita melayang sirna. Itu maksudnya durasi hidup di bumi ini sedemikian itu pendek. Oleh karena itu, kita wajib benar- benar menyiapkan hidup kita buat masuk pada kehidupan abadi.

Di tahun yang terkini ini biarlah kita ingin jadi orang yakin yang betul- betul ingin memusatkan batin serta benak kita cuma buat Kerajaan Allah saja, serta tidak lagi tergiur dengan apa yang bumi tawarkan dikala ini. Karena dikala ini kita ketahui kalau hidup di bumi itu pendek sekali bila dibanding dengan hidup di keabadian esok. Sabda Tuhan tuturkan di dalam;

Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami , hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Minghitung hari – hari maksudnya, dalam tiap detik durasi hidup yang kita lalui, kita wajib lalu mengecek semua aksi hidup kita, apakah kita telah hidup cocok dengan kemauan Allah ataupun belum, serta bila belum hingga kita wajib bertobat serta kembali pada Tuhan.

Ingat, bila hidup itu cuma semacam mimpi, hingga kita wajib mengetahui kalau di singkatnya durasi hidup di bumi ini, kita wajib berjuang biar kita dapat ditemui Tuhan selaku anak – anak Nya yang hidup tetap berkenan dihadapan- Nya. Karena cuma banyak orang yang di temui Tuhan berkenan di hadapan- Nya yang hendak di dapat di dalam Kerajaan- Nya. Rasanya bukti ini jadi dorongan untuk kita seluruh buat hidup di tahun yang terkini ini. Tuhan Yesus merahmati kita seluruh. Amin.

Baca Juga : Setelah Kebangkitan-Nya, Yesus Muncul Pertama-tama kepada Bunda Maria

Jika Esok Tak Lagi Datang

Menahan- nahan profesi tampaknya sudah jadi bagian hidup dari orang. Orang mengarah menunda keadaan khusus dalam hidup sebab menunggu“ durasi yang pas”. Keadaan yang ditunda itu juga berbagai macam. Terdapat yang ditunda sebab sangat menjenuhkan ataupun malah sebab sangat susah. Terdapat pula yang ditunda sebab dikira dapat dituntaskan dengan kilat ataupun malah sebab sangat eksklusif. Intinya, janji ini dicoba sebab pandangan kalau sedang terdapat hari besok, sedang terdapat durasi buat mengerjakannya setelah itu. Tetapi benarkah begitu? Bukankah durasi orang merupakan rahasia? Tidak yang ketahui bila jarum jam kehidupan hendak menyudahi berdebar.

Pustaka kita pada hari ini ialah pesan yang ditulis oleh Yohanes untuk pemeluk yakin yang hadapi beban serta aniaya durasi itu. Pesan ini berisikan penghiburan sekalian pengingat biar semua pemeluk yakin senantiasa aktif melaksanakan kepercayaan mereka walaupun didera bermacam kesusahan. Yohanes pula melaporkan apabila mereka yang lupa hendak memperoleh ganjaran, sebaliknya mereka yang patuh hendak diperhitungkan oleh Tuhan serta namanya hendak dicatat di novel kehidupan selaku bentuk keamanan. Kondisi yang dipunyai rasanya tidak kurangi antusias buat lalu beragama serta melaporkan kepercayaan itu lewat aksi tiap hari. Tidak alibi buat menunda hasrat keagamaan seorang.

Ayo kita buka mata serta memandang ke sekitar. Kondisi kita pada dikala ini jauh lebih bagus dari kondisi pemeluk yakin pada era Buku Ajaran ini ditulis. Bermacam kesempatan serta peluang terbuka untuk kita buat bersaksi lewat aksi bagus dalam kehidupan tiap hari. Bukti lewat aksi itu ialah bentuk jelas antusias dan ketaatan kita dalam beragama. Oleh sebab itu, ayo kita jalani tiap hasrat bagus di dalam diri kita, tanpa menanti, tanpa menunda, ketika sedang terdapat durasi. Karena tidak satupun di antara kita yang ketahui hal rahasia durasi Tuhan. Paling tidak, apabila hari besok tidak menyambangi tiba, yang terbaik telah kita bagikan.

“ Kita dapat menunda, namun durasi tidak”