Renungan Harian Kristen – Menyembah Allah Dalam Roh dan Kebenaran


Renungan Harian Kristen Menyembah Allah Dalam Roh dan Kebenaran – Seluruh Alkitab menunjukkan kepada kita pekerjaan Tuhan yang telah terjadi dalam sejarah.

Renungan Harian Kristen – Menyembah Allah Dalam Roh dan Kebenaran

┬áBaca Juga : Renungan Harian Kristen – Mewarnai Kehidupan Dengan Kasih

dbiblio – Perjumpaan manusia dengan Tuhan dari waktu ke waktu penuh dengan berbagai pergumulan dan lingkungan yang dinamis.

Dalam pertembungan itu terjalin akad yang lalu diperbaharui.

Terdapat kalanya insiden fantastis, tempat khusus, ataupun ikon spesial digunakan buat menampilkan kedatangan Allah yang tidak nampak jadi nampak.

Mezbah, korban bakaran, tenda pertemuan, pilar awan serta pilar api, ular tembaga, yang berpuncak pada pembangunan Bagian Allah; merupakan ilustrasi kongkret kalau Allah lalu muncul melampiri kehidupan umat- Nya.

Lewat ikon serta ciri itu, pemeluk dibawa buat hidup dalam kepercayaan kalau terdapat Allah yang tidak nampak, yang lalu berkreasi melampiri serta mencegah pemeluk buat membagikan agunan kalau kehidupan mereka hendak rukun aman.

Jadi menarik, kala pemeluk malah fokus pada ikon, hingga ikon itu didiamkan sirna oleh Allah, bagus dengan cara langsung ataupun tidak langsung.

Ilustrasi yang sangat muncul merupakan insiden pembangunan Bagian Allah.

Konsep pembangunannya sudah diawali semenjak Daud bertahta selaku raja, tetapi tidak diijinkan oleh Allah.

Walaupun begitu, Daud menyiapkan material bangunannya dengan berpedoman pada akad Allah kalau buah hatinya, Salomo, yang hendak membuat Bagian Allah itu.

Insiden memiliki terjalin, sehabis aktif sebagian tahun, kesimpulannya Bagian Allah berdiri dengan mewah.

Dalam berkah nya, nampak nyata kalau Salomo tidak lagi berarti buat menghalangi daya Allah cuma pada tempat itu.

Bagian Allah dimaksudkan selaku ikon kedatangan Allah yang bertahta serta berdaulat telak atas kehidupan.

Daya Allah senantiasa menanggulangi langit serta alam selaku ciptaan – Nya.

Walaupun begitu Beliau berkenan mengenakan Bagian Allah yang dibentuk Salomo selaku tempat spesial terbentuknya ritual selaku bentuk dari komunikasi antara Allah dengan umat- Nya.

Ingat, kala pemeluk tidak lagi patuh, memo Alkitab membagikan data kalau Bagian Allah diijinkan sirna lewat bangsa lain yang menaklukkan kerjaan Israel yang telah terbagi 2.

Salib merupakan ikon. 2 ribu tahun kemudian ikon itu digunakan Allah buat buatan pelunasan dalam Yesus Kristus.

Hari ini ikon itu seolah menempel serta jadi bukti diri diri buat mengatakan seorang yang berkeyakinan Kristen.

Gereja, pada mulanya merupakan sekumpulan banyak orang yang membuat perhimpunan sebab mereka yakin pada Yesus Kristus selaku Tuhan serta Juruselamat.

Hari ini, gereja sama dengan bangunan yang mewah, menjulang besar ke langit dengan tower bagus. Arsitektur bagus jadi bagian yang tidak terpisahkan.

Perhimpunan 2 ataupun 3 orang, dikira kekalahan, serta ribuan orang dalam bangunan berolahraga yang di carter jutaan rupiah: ditaksir selaku ciri kesuksesan penginjilan.

Berlatih dari asal usul, kala pemeluk tidak lagi fokus pada Allah serta mulai pada perampokan fadilat Allah, Allah mengijinkan perihal khusus terjalin buat mendaur balik kepercayaan supaya kembali fokus kepada- Nya.

Endemi covid 19 terjalin. Bangunan mewah dibiarkan kosong. Arena besar teronggok dalam kesepian. Salib menjulang cuma ditatap dari jauh.

Ribuan orang berkawan, terganti dengan 2 ataupun 3 orang terkumpul. Arena serta mazbah besar bertukar dalam dimensi sentimeter, terkait layar perlengkapan elektronik yang terdapat.

Waktunya kembali berikan arti balik kepada kehidupan beragama.

Mundur, tentu tidak!! Allah lagi berkreasi menampilkan kuasa- Nya.

Orang yang lagi eforia dengan perkembangan teknologi serta mulai ceroboh dengan alam yang wajib dipelihara, lagi dituntut merenung dalam kesunyian pengasingan.

Perkembangan hebat semacam apapun, pada kesimpulannya wajib senantiasa angkat tangan dibawah daulat Allah.

Baca Juga : Setelah Kebangkitan-Nya, Yesus Muncul Pertama-tama kepada Bunda Maria

Arena tidak lagi terbatas pada gebyar bangunan, tetapi mendobrak dinding- dinding tiap kamar yang sepanjang ini dipagari oleh perbandingan serta ketentuan.

Sabda Tuhan terhambur dengan metode yang fantastis serta tidak tersangka. Banyak orang pada kesimpulannya mengikuti mengenai berita bagus tanpa wajib beranjak dari ruang penjaranya.

Pembebasan dari kesalahan terjalin dimana- mana lewat kepercayaan pada Yesus Kristus.

Waktunya kita mengembalikan kepercayaan pada yang diimani, bukan pada ikon.

Berkawan itu wajib, tetapi bukan buat kebesarhatian diri sebab jumlah. Berkawan wajib dalam arwah serta bukti. Amin