Renungan Harian, Bila Menerima Roh Kudus Niscaya Akan Mendapatkan Kekuatan dan Pertolongan

Renungan Harian, Bila Menerima Roh Kudus Niscaya Akan Mendapatkan Kekuatan dan Pertolongan

Renungan Harian, Bila Menerima Roh Kudus Niscaya Akan Mendapatkan Kekuatan dan Pertolongan – Catatan yang terakhir dari Tuhan Yesus buat murid- murid- Nya ada dalam Cerita Para Rasul 1: 8 yang mengatakan,“ Namun kalian hendak menyambut daya jika Arwah Bersih turun ke atas kalian, serta kalian hendak jadi saksi- Ku di Yerusalem, serta di semua Yudea serta Samaria serta hingga ke akhir alam.”

Renungan Harian, Bila Menerima Roh Kudus Niscaya Akan Mendapatkan Kekuatan dan Pertolongan

Renungan Harian, Bila Menerima Roh Kudus Niscaya Akan Mendapatkan Kekuatan dan Pertolongan

dbiblio – Sehabis membagikan catatan yang terakhir itu, Tuhan Yesus naik ke sorga. Sehabis itu apa yang dicoba oleh murid- murid- Nya? Mereka berangkat ke Yerusalem serta terkumpul di ruang atas ataupun kamar loteng.

Baca juga : Umat Nasrani Mengenal roh Kudus Sebagai Penolong

Mereka melaksanakan ini sebab Tuhan Yesus yang memerintahkan mereka supaya tidak meninggalkan kota Yerusalem, sebab mereka hendak diperlengkapi dengan kewenangan dari tempat besar. Tuhan Yesus mengatakan; karena Yohanes membaptis dengan air, namun tidak lama lagi kalian hendak dibaptis dengan Arwah Bersih.

Murid- murid yang terkumpul berjumlah dekat 120 orang. Cerita Para Rasul 1: 14a mengatakan; mereka seluruh bergelut dengan seia sekata serta berkah bersama- sama, yang maksudnya mereka berharap, menyanjung serta memuja Tuhan, dalam unity siang serta malam.

Ini merupakan prinsip Restorasi Pondok Daud. Ini merupakan prinsip Tower Berkah. Pada hari raya Pentakosta, jadi 10 hari sehabis mereka terkumpul itu, seketika turunlah dari langit sesuatu suara semacam desiran angin keras yang penuhi semua rumah dimana mereka bersandar.

Serta tampaklah pada mereka lidah- lidah semacam bercahaya api yang berhamburan serta bertengger pada mereka tiap- tiap. Hingga penuhlah mereka dengan Arwah Bersih. Kemudian mereka mulai berbicara dalam bahasa- bahasa lain semacam yang diserahkan oleh Arwah itu pada mereka buat mengatakannya.

Itu merupakan bahasa arwah. Orang yang dibaptis dengan Arwah Bersih ataupun dipadati Arwah Bersih, ciri awal mulanya merupakan berbicara Arwah. Sehabis itu murid- murid Tuhan Yesus digunakan dengan cara luar lazim buat melaksanakan Mandat Agung. Ciri serta mujizat melampiri jasa mereka.

Insiden ini diucap selaku Pentakosta Awal. Pentakosta yang Awal ini hebat karena dalam kurun durasi 100 tahun, 70 persen dari bumi yang diketahui durasi itu, ialah yang terletak di dasar imperium Romawi jadi Kristen. Pertanyaannya: Apakah Mandat Agung telah berakhir? Tanggapannya: Belum! Sebab itu pada tahun 1906, kembali Arwah Bersih dicurahkan di Azusa Street yang dituturkan selaku Pentakosta Kedua.

Identitas yang muncul dalam Pentakosta Kedua ini merupakan pengepresan dalam perihal berbicara arwah serta jasa mujizat serta kepulihan, walaupun semua anugerah arwah pula dicurahkan dengan limpahnya.

Pentakosta Kedua ini hebat karena bagi Gordon Conwell Theological Seminary, kalau 77, 9 persen dari kekristenan yang terdapat pada dikala ini diawali dari dini era ke- 20, ini berarti diawali dari masa insiden pencurahan Arwah Bersih di Azusa Street ataupun Pentakosta yang Kedua.

Baca Juga : Setelah Kebangkitan-Nya, Yesus Muncul Pertama-tama kepada Bunda Maria

Pertanyaannya: Apakah Mandat Agung telah berakhir? Tanggapannya: Belum! Hari- hari ini pencurahan Arwah Bersih yang jauh lebih hebat dibandingkan dengan Azusa Street lagi terjalin. Ini diucap selaku Pentakosta Ketiga. Semacam yang terjalin pada Pentakosta Awal serta Pentakosta Kedua, hingga berbicara arwah serta jasa kepulihan pula nampak sedemikian itu intens.

Aku yakin dengan Pentakosta Ketiga ini Mandat Agung Tuhan Yesus hendak berakhir serta Tuhan Yesus hendak tiba kembali. Rasul Paulus mengatakan dalam 1 Korintus 14: 5a,“ Saya senang, biar kalian seluruh berbicara dengan bahasa arwah.”

Tidak hanya itu dalam 1 Korintus 14: 18 Rasul Paulus pula mengatakan:“ Saya mengucap terima kasih pada Allah, kalau saya berbicara dalam bahasa arwah lebih dari kalian seluruh.” Aku amat membenarkan apa yang dibilang oleh Rasul Paulus ini serta aku pula berharap supaya apa yang dibilang oleh Rasul Paulus ini pula terjalin pada kita.

Apa yang terjalin jika kita berbicara arwah?

1. Kita hendak lebih berani bersaksi mengenai Yesus. Kita ingat Petrus, dimana saat sebelum ia dibaptis Arwah Bersih dengan ciri dini berbicara Arwah, ia sempat melawan Yesus sebesar 3 kali saat sebelum ayam berkokok. Sehabis berbicara arwah, ia berani bersaksi mengenai Tuhan Yesus, tidak hirau disesah serta dipenjarakan.

2. Kita membuat Kepercayaan kita.

Jika kita berbicara arwah, hingga cocok dengan 1 Korintus 14: 4 dibilang:“ Siapa yang berbicara dalam bahasa arwah ia membuat dirinya sendiri.” Maksudnya jika kita berbicara arwah, kita membuat kepercayaan kita.

3. Kita hendak lebih merasakan hadirat- Nya serta lebih akrab dengan Ia.

Sebab kala kita berbicara arwah, kita berbicara pada Allah; bukan pada orang.

4. Kita hendak dapat berharap lebih lama lagi.

Sebab Arwah Bersih hendak membantu arwah kita buat meningkatkan permintaan yang tidak dapat kita ucapkan dengan perkata orang.

5. Cocok dengan 1 Korintus 14: 14- 15 yang mengatakan:

“ Karena bila saya berharap dengan bahasa arwah, hingga rohkulah yang berharap, namun ide budiku tidak ikut berharap. Jadi, apakah yang wajib kubuat? Saya hendak berharap dengan rohku, namun saya hendak berharap pula dengan ide budiku; saya hendak menyanyi serta menyanjung dengan rohku, namun saya hendak menyanyi serta menyanjung pula dengan ide budiku”.